PROGRAM PROFESI GURU (PPG) PRAJABATAN

Program Profesi Guru?
Jadi, Program Profesi Guru tersebut merupakan program profesi setelah kita selesai meraih gelar Sarjana di pendidikan strata 1 (S1).
Kenapa perlu? Biar kita menjadi profesional katanya~

Sedikit cerita, tentang pengalaman Nisa sendiri, yang Alhamdulillah bisa belajar lagi, sekolah lagi, kuliah lagi di Program Profesi Guru Prajabatan di Universitas Lambung Mangkurat.

Jadi, untuk PPG ini ada terbagi menjadi PPG Dalam Jabatan, untuk para guru-guru yang sudah ngajar dan bergelut di Sekolahnya masing-masing. Kemudia ada PPG Dalam Jabatan daerah khusus, untuk para guru-guru yang sudah ngajar juga, tapi bedanya sekolah yang mereka tempati berada di daerah khusus yang katanya masih sulit untuk dijangkau. Kemudia ada PPG Prajabatan 3T, ini PPG untuk mereka yang baru selesai S1 tapi bersedia ditempatkan di daerah khusus, nantinya~ (mohon koreksi jikalau Nisa salah), dan yang terakhir PPG Parajaban yang sekarang Nisa ikuti. PPG Prajabatan ini untuk yang baru selese pendidikan S1 kemudian ingin mendapatkan sertifikat pendidik. Oiya, btw katanya untuk CPNS nantinya (sekarang 2018) akan wajib melampirkan sertifikat pendidik (khusus untuk formasi guru) *mohon maaf jika salah*

Jadi, kebetulan dan Alhamdulillah lagi, Nisa kuliah PPG Prajabatan di Universitas Lambung Mangkurat ini GRATIS alias dapat subsidi pemerintah. Kenapa bisa?

Karena memang saat ini di Universitas Lambung Mangkurat, sudah jalan 2 angkatan untuk PPG Prajabatan yang bersubsidi (biaya perkuliahan SPP di tanggung oleh pemerintah)

Jadi, untuk syarat ikut PPG Prajabatan bersubsidi ini kemaren, yang utamanya adalah Tidak Boleh Menikah selama pendidikan. Ha Ha Ha. Buat yang ngebet kawin, gausah ikutan deh.

Nisa akan cerita dan sedikit curhat tentang awal mula Nisa ikut daftar dan akhirnya bisa kuliah disini...
Bismillah . . . .

Cerita ini bermula dari Mei 2018. Ada salah satu teman yang memang sudah mengikuti pendidikan di PPG Prajabatan tahap 1 kasih informasi tentang penerimaan PPG Prajabatan tahap 2. Dari kabar angin yang beredar, katanya Tahap 2 merupakan tahap terakhir untuk subsidi pemerintah. Tanya-tanya info lagi ternyata untuk Pendidikan PPG Prajabatan yang tanpa subsidi, biaya SPP selama 1 tahun pendidikan adalah Rp15juta,-. Luar biasa mahal ha ha ha.
Setelah ba'da magrib, Nisa memberikan diri untuk minta izin dan bertanya kepada mama dan abah, diizinkan atau tidaknya mengikuti pendidikan PPG Prajabatan? Dan jawaban mama abah Alhamdulillah, diperbolehkan dengan konsekuensi tanggung sendiri dan tak boleh menyerah, putus asa dan berbalik haluan (karena kasusnya pada saat itu, Nisa sedang kuliah Magister Manajemen Pendidikan Semester ke2).

Tidak mudah untuk memutuskan kuliah di 2 pendidikan yang berbeda, dengan target sama-sama lulus di tahun 2019 (Aamiin)

Untuk syarat-syarat dalam PPG Prajabatan bersubsidi ini ada diantaranya: (1) Surat Keterangan belum menikah dan tidak menikah selama pendidikan; (2) SKCK; (3) Bebas NAFZA; (4) Sehat Rohani dan Jasmani; (5) dll, lupa wkwkkw (6) umur tidak boleh lebih dari 28 tahun.

Kemudian, tes pertama bidang akademik pada akhir bulan mei 2018. Yang ikut tes untuk prodi PGSD kira-kira ada 300an. Alhamdulillah Nisa dinatakan lulus dan tes kembali untuk Minat Bakat pada akhir Juni 2018. Dan hasil akhirnya pada akhir Juli 2018 diumumkan sebanyak 30 calon mahasiswa yang lulus di Universitas Lambung Mangkurat.

Nisa lulus? Yaaaa, Alhamdulillah lulus. Tidak menyangka? Iyaaaaa wkwkwk

Pendidikan di mulai awal Agustus 2018 sampai 10 Desember 2018, kemudian di lanjutkan lagi 1 semester di Sekolah pada tahun 2019 nanti.

Segini dulu dah, jika ada yang ingin di koreksi maupun ada yang ingin ditanyakan, bisa tinggalkan komen atau email ke (me.annisa@gmail.com)

Comments

  1. Halo ka.mau tanya ppg prajabatan itu masa pendidikan yg dr agutus sampe desember itu kuliah ull weekday atau hanya beberapa hari?

    ReplyDelete

Post a Comment