Akhir ramadhan 1436 H / juli 2015
Hallooo ramadhan, bertemu lagi kita ☺️ Alhamdulillah masih diberi umur sampai sekarang 😊
Sedikit flashback, tibatiba aja tadi gatau kenapa ingat ramadhan tahun tahun yang lalu, saat hati masih yakin kalau orang yang dipertahankannya akan berubah, saat hati tak mendengarkan logika kalau bertahan itu menyakitkan, saat hati lebih memilih untuk kecewa berkali kali tapi masih mencoba untuk menganggapnya biasa saja :')
Sedikit cerita, di ramadhan 1434 H atau tepatnya ramadhan 2 tahun yang lalu semunya berawal :) saat dia memutuskan untuk tetap menjalin hubungan tapi tidak selalu harus memberi kabar, saat dimana perasaan yang begitu mencintai dan tidak ingin kehilangan harus menerimanya dengan sabar. Mungkin bodoh memang, karena harus menjalin hubungan tanpa ada kabar, tapi apadaya dengan perasaan tak ingin kehilangan yang lebih besar dari perasaan kecewa yang hadir? Sedih yaaaa waktu dapat sms pas dia bilang mau hubungan yang kayak gitu, masih ingat dulu nangis disamping adik pas mau buka puasa :')
Setelah ramadhan, semuanya berjalan (mungkin) seperti yang dia inginkan. Dia terbiasa dengan tanpa kabarnya dan aku terbiasa dengan rindu dan sabar menunggunya :)
Pernah berpikir untuk berpaling dan mencari penggantinya? Tidak sama sekali!
Karena saat itu, aku merasa kalau pengorbanan selama ini sudah terlalu jauh, sudah terlalu banyak waktu yang aku gunakan hanya untuk mendoakannya, hanya untuk merindukannya, memikirkannya, dan membantunya semampuku :) Karena aku menganggap kalau dia adalah sosok laki-laki terbaik yang ada untukku. Ada? Entah dia benar benar ada atau hanya ada dihayalan ku saja. Mungkin sebenarnya aku mencintai dia yang ada dihayalanku, dia yang merangkai imajinasi di otakku, membuat ku merasa bahagia setiap harinya, membuatku merasa beruntung mendapatkannya, walaupun sebenarnya aku (mungkin) diabaikan, dilupakan, dan tak diperhatikan.
6 bulan berlalu, dia menjadi sosok yang benar benar hanya hadir di pikiranku saja, tanpa hadir dikehidupan nyata. Bagaimana tidak, aku masih sabar ketika sms dan chat bbm yang aku kirim hanya dibalas sekedarnya atau diabaikan, aku masih bisa berpikir positif saat profil picture bbm nya diganti atau saat dia muncul di recent update dengan personal message yang dibuatnya walaupun saat itu chat bbm dariku masih bertanda D bukan R, padahal chat tersebut sudah dikirimi sejak beberapa belas jam yang lalu :') hey mengingat ini benar benar membutku menangis ternyata :D
Lelah? Tidak! Aku sungguh masih bertahan, aku benar benar tumbuh menjadi perempuan yang kuat akan pengabaian dari orang yang diharapkan hadir dihidupku. Bodoh? Tidak! Kamu tidak akan mengatakan kamu bodoh selama itu terjadi padamu! Karena cinta tak pernah salah, yang salah hanya hatiku yang tak pernah mendengarkan otakku mengatakan bodoh kepadaku sendiri.
Aku memiliki status hubungan dengannya, aku selalu menganggapnya ada, aku selalu berusaha menjaga agar setiap hal yang ku lakukan tidak membuatnya kecewa, aku selalu berusaha untuk tidak menyakiti hatinya, tanpa dia melakukan hal yang sama denganku :)
Masih teringat jelas masa dimana aku benar benar patuh dengan orang yang sebenarnya tidak hadir dihidupku, masa dimana aku sendirian dikamar kos saat teman temanku yang lain pergi jalan. Lalu, saat aku sendiri, apa dia perduli? Apa dia akan menemaniku saat aku kesepian? Tidak! Aku hanya bertemankan dinding kamar, aku hanya bisa menangis dibalik selimut ketika sadar kalau aku berhayal terlalu jauh, aku hanya bisa menangis saat aku sadar kalau kenyataan berbanding terbalik dengan hayalanku :')
Apa yang membuatku bertahan dengan semua sikap acuhnya? Hanya karena saat aku marah dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya, dia tidak mau. Dia selalu bilang kalau dia sibuk dan jarang punya waktu luang, dia selalu bilang untuk sabar, sabar dan sabar menunggunya, dia selalu bilang untuk berhenti mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini karena hal itu membuat dia menjadi tidak nyaman dan menambah beban pikirannya. Kau tau? Hal ini tentu saja membuatku benar benar merasa masih dianggap ada, masih dibutuhkan dan masih diperhatikan olehnya.
Tapi nyatanya, hanya satu jam mungkin setelah dia mengatakan hal tersebut, dia kembali menjadi orang yang tak memerdulikanku, dia kembali menjadi orang cuek yang tak membalas pesan singkatku, dia kembali sibuk dengan dunianya sendiri, dan aku? Kembali menjadi sosok perempuan sabar dengan sejuta hayalan indah yang jauh berbeda dengan kenyataan.
Satu tahun berlalu, ketika Ramadhan 1435 H aku benar benar merasa lelah dengannya. Sungguh ini benar benar jenuh. Hatiku mungkin sudah lelah dengan semuanya, dengan rasa sakit dan kecewa yang dibuatnya sedikit demi sedikit, hingga saat itu logika lah yang lebih berkuasa. :D
Ternyata logika ku mengatakan untuk belajar melakukan hal yang sebelumnya tak pernah ingin ku lakukan, aku akhirnya memutuskan untuk membuka mata dan melihat kenyataan bahwa hidupku berbeda dengan hayalanku. Kecewa? Sakit hati? Tidak! Aku bahkan tidak memerdulikan perasaan itu lagi, karena aku sudah kenyang dengan semua rasa menyedihkan yang hadir satu tahun dihidupku :)
Jahat? Iya aku mengakuinya, aku mulai dekat dengan beberapa orang tanpa sepengetahuannya. Kenapa? Karena ternyata dia benar benar sudah tak memperdulikanku. Saat itu, beberapa hari tanpa kabar darinya sudah merupakan hal yang lumrah terjadi padaku, jadi apa bedanya ada atau tidaknyanua dia dihidupku? Tidak ada :)
Bukan untuk mencari pelampiasan! Aku melakukannya karena aku hanya ingin menyadarkan hatiku bahwa aku terlalu berharap lebih dengan orang yang sebenarnya tidak benar benar hadir dihidupku.
Lama waktu berlalu, aku masih memiliki hubungan dengan status tanpa ada kabar darinya, dan aku juga punya teman yang punya waktu untukku, menemaniku walaupun tanpa status :)
Dan aku malas cerita waktu dimana aku terjebak pilihan yang sulit ini, saat aku harus jujur padanya kalau aku dekat dengan orang lain yang lebih memperhatikanku, karena saat itu dia mengatakan kalau ini kesalahannya, dan dia mengatakan kalau seandainya dia kembali menjadi sosok orang yang selalu ada untukku seperi halnya dia 2 tahun yang lalu apa akau masih mau bersamya? Dan kau tau apa kata logika ku saat semua itu terjadi? Aku benar benar hanya memiliki kecewa dan sakit hati saat ingin kembali menjalin hubungan dengan dia yang beberapa tahun ini menaniku, entah kenapa yang ada dipikiranku hanya kecewa dan sakit hati satu tahun terakhir, tanpa aku bisa mengobatinya dengan perhatian yang diberikannya beberapa waktu sebelumnya.
Dan apa aku jatuh cinta dengan orang baru yang hadir dihidupku? Tidak sama sekali! Apa aku suka? Tidak! Lalu kenapa aku memilihnya?
Karena masa lalu :)
Aku yakin, dan semoga apa yang ku yakinkan benar :)
Orang yang memiliki masa lalu yang menyakitkan akan lebih menghargai orang yang saat ini ada bersamanya :)
Mungkin karena masa lalu kami yang samasama dikecewakan, kami akan lebih bisa untuk menghargai setiap detik waktu kami bersama :) semoga saja :')
Sekarang, aku benar benar trauma dengan kata "diabaikan" yang dia berikan, karena hal itu membuatku menjadi sosok manja yang selalu ingin tau apa yang dia lakukan, mungkinbisa dikatakan protective, over protective :'( 😭😭😭😭😭
Hallooo ramadhan, bertemu lagi kita ☺️ Alhamdulillah masih diberi umur sampai sekarang 😊
Sedikit flashback, tibatiba aja tadi gatau kenapa ingat ramadhan tahun tahun yang lalu, saat hati masih yakin kalau orang yang dipertahankannya akan berubah, saat hati tak mendengarkan logika kalau bertahan itu menyakitkan, saat hati lebih memilih untuk kecewa berkali kali tapi masih mencoba untuk menganggapnya biasa saja :')
Sedikit cerita, di ramadhan 1434 H atau tepatnya ramadhan 2 tahun yang lalu semunya berawal :) saat dia memutuskan untuk tetap menjalin hubungan tapi tidak selalu harus memberi kabar, saat dimana perasaan yang begitu mencintai dan tidak ingin kehilangan harus menerimanya dengan sabar. Mungkin bodoh memang, karena harus menjalin hubungan tanpa ada kabar, tapi apadaya dengan perasaan tak ingin kehilangan yang lebih besar dari perasaan kecewa yang hadir? Sedih yaaaa waktu dapat sms pas dia bilang mau hubungan yang kayak gitu, masih ingat dulu nangis disamping adik pas mau buka puasa :')
Setelah ramadhan, semuanya berjalan (mungkin) seperti yang dia inginkan. Dia terbiasa dengan tanpa kabarnya dan aku terbiasa dengan rindu dan sabar menunggunya :)
Pernah berpikir untuk berpaling dan mencari penggantinya? Tidak sama sekali!
Karena saat itu, aku merasa kalau pengorbanan selama ini sudah terlalu jauh, sudah terlalu banyak waktu yang aku gunakan hanya untuk mendoakannya, hanya untuk merindukannya, memikirkannya, dan membantunya semampuku :) Karena aku menganggap kalau dia adalah sosok laki-laki terbaik yang ada untukku. Ada? Entah dia benar benar ada atau hanya ada dihayalan ku saja. Mungkin sebenarnya aku mencintai dia yang ada dihayalanku, dia yang merangkai imajinasi di otakku, membuat ku merasa bahagia setiap harinya, membuatku merasa beruntung mendapatkannya, walaupun sebenarnya aku (mungkin) diabaikan, dilupakan, dan tak diperhatikan.
6 bulan berlalu, dia menjadi sosok yang benar benar hanya hadir di pikiranku saja, tanpa hadir dikehidupan nyata. Bagaimana tidak, aku masih sabar ketika sms dan chat bbm yang aku kirim hanya dibalas sekedarnya atau diabaikan, aku masih bisa berpikir positif saat profil picture bbm nya diganti atau saat dia muncul di recent update dengan personal message yang dibuatnya walaupun saat itu chat bbm dariku masih bertanda D bukan R, padahal chat tersebut sudah dikirimi sejak beberapa belas jam yang lalu :') hey mengingat ini benar benar membutku menangis ternyata :D
Lelah? Tidak! Aku sungguh masih bertahan, aku benar benar tumbuh menjadi perempuan yang kuat akan pengabaian dari orang yang diharapkan hadir dihidupku. Bodoh? Tidak! Kamu tidak akan mengatakan kamu bodoh selama itu terjadi padamu! Karena cinta tak pernah salah, yang salah hanya hatiku yang tak pernah mendengarkan otakku mengatakan bodoh kepadaku sendiri.
Aku memiliki status hubungan dengannya, aku selalu menganggapnya ada, aku selalu berusaha menjaga agar setiap hal yang ku lakukan tidak membuatnya kecewa, aku selalu berusaha untuk tidak menyakiti hatinya, tanpa dia melakukan hal yang sama denganku :)
Masih teringat jelas masa dimana aku benar benar patuh dengan orang yang sebenarnya tidak hadir dihidupku, masa dimana aku sendirian dikamar kos saat teman temanku yang lain pergi jalan. Lalu, saat aku sendiri, apa dia perduli? Apa dia akan menemaniku saat aku kesepian? Tidak! Aku hanya bertemankan dinding kamar, aku hanya bisa menangis dibalik selimut ketika sadar kalau aku berhayal terlalu jauh, aku hanya bisa menangis saat aku sadar kalau kenyataan berbanding terbalik dengan hayalanku :')
Apa yang membuatku bertahan dengan semua sikap acuhnya? Hanya karena saat aku marah dan memutuskan untuk mengakhiri semuanya, dia tidak mau. Dia selalu bilang kalau dia sibuk dan jarang punya waktu luang, dia selalu bilang untuk sabar, sabar dan sabar menunggunya, dia selalu bilang untuk berhenti mengatakan ingin mengakhiri hubungan ini karena hal itu membuat dia menjadi tidak nyaman dan menambah beban pikirannya. Kau tau? Hal ini tentu saja membuatku benar benar merasa masih dianggap ada, masih dibutuhkan dan masih diperhatikan olehnya.
Tapi nyatanya, hanya satu jam mungkin setelah dia mengatakan hal tersebut, dia kembali menjadi orang yang tak memerdulikanku, dia kembali menjadi orang cuek yang tak membalas pesan singkatku, dia kembali sibuk dengan dunianya sendiri, dan aku? Kembali menjadi sosok perempuan sabar dengan sejuta hayalan indah yang jauh berbeda dengan kenyataan.
Satu tahun berlalu, ketika Ramadhan 1435 H aku benar benar merasa lelah dengannya. Sungguh ini benar benar jenuh. Hatiku mungkin sudah lelah dengan semuanya, dengan rasa sakit dan kecewa yang dibuatnya sedikit demi sedikit, hingga saat itu logika lah yang lebih berkuasa. :D
Ternyata logika ku mengatakan untuk belajar melakukan hal yang sebelumnya tak pernah ingin ku lakukan, aku akhirnya memutuskan untuk membuka mata dan melihat kenyataan bahwa hidupku berbeda dengan hayalanku. Kecewa? Sakit hati? Tidak! Aku bahkan tidak memerdulikan perasaan itu lagi, karena aku sudah kenyang dengan semua rasa menyedihkan yang hadir satu tahun dihidupku :)
Jahat? Iya aku mengakuinya, aku mulai dekat dengan beberapa orang tanpa sepengetahuannya. Kenapa? Karena ternyata dia benar benar sudah tak memperdulikanku. Saat itu, beberapa hari tanpa kabar darinya sudah merupakan hal yang lumrah terjadi padaku, jadi apa bedanya ada atau tidaknyanua dia dihidupku? Tidak ada :)
Bukan untuk mencari pelampiasan! Aku melakukannya karena aku hanya ingin menyadarkan hatiku bahwa aku terlalu berharap lebih dengan orang yang sebenarnya tidak benar benar hadir dihidupku.
Lama waktu berlalu, aku masih memiliki hubungan dengan status tanpa ada kabar darinya, dan aku juga punya teman yang punya waktu untukku, menemaniku walaupun tanpa status :)
Dan aku malas cerita waktu dimana aku terjebak pilihan yang sulit ini, saat aku harus jujur padanya kalau aku dekat dengan orang lain yang lebih memperhatikanku, karena saat itu dia mengatakan kalau ini kesalahannya, dan dia mengatakan kalau seandainya dia kembali menjadi sosok orang yang selalu ada untukku seperi halnya dia 2 tahun yang lalu apa akau masih mau bersamya? Dan kau tau apa kata logika ku saat semua itu terjadi? Aku benar benar hanya memiliki kecewa dan sakit hati saat ingin kembali menjalin hubungan dengan dia yang beberapa tahun ini menaniku, entah kenapa yang ada dipikiranku hanya kecewa dan sakit hati satu tahun terakhir, tanpa aku bisa mengobatinya dengan perhatian yang diberikannya beberapa waktu sebelumnya.
Dan apa aku jatuh cinta dengan orang baru yang hadir dihidupku? Tidak sama sekali! Apa aku suka? Tidak! Lalu kenapa aku memilihnya?
Karena masa lalu :)
Aku yakin, dan semoga apa yang ku yakinkan benar :)
Orang yang memiliki masa lalu yang menyakitkan akan lebih menghargai orang yang saat ini ada bersamanya :)
Mungkin karena masa lalu kami yang samasama dikecewakan, kami akan lebih bisa untuk menghargai setiap detik waktu kami bersama :) semoga saja :')
Sekarang, aku benar benar trauma dengan kata "diabaikan" yang dia berikan, karena hal itu membuatku menjadi sosok manja yang selalu ingin tau apa yang dia lakukan, mungkinbisa dikatakan protective, over protective :'( 😭😭😭😭😭
Comments
Post a Comment