Jumat, 17 Juli 2009. Akhirnya selesai juga masa orientasi siswa yang diadakan selama 5 hari berturut-turut sejak hari minggu, 12 Juli 2009 tadi. Saat itu, dengan langkah malas aku melangkah menuju mading sekolah yang berada cukup jauh dengan kelas ku sekarang berada. Sudah banyak anak2 lain yang berkumpul disitu untuk melihat daftar pembagian kelas baru yang mana akan kami tempati selama 1 tahun ini.
Ku lihat satu persatu daftar tersebut, dimulai dari kelas X-1 hingga akhirnya mataku terdiam sejenak saat meliha nama “...............................” berada dikelas X-6. Yhaaa... siapa lagi kalau bukan namaku, yang membuat aku heran mengapa aku masuk ke kelas yang urutannya di belakang ? sedangkan teman-temanku berada dikelas yang urutannya didepan daripada aku.
Kembali melangkahkan kaki dengan malas, aku memasuki kelas baruku. Ku lihat mereka yang ada disitu, terpikir dalam hatiku saat itu, “inikan mereka yang akan menemani ku belajar selama 1 tahun ini?” kemudian ku cari tempat duduk yang kosong dan aku duduk disitu. Tapi kalian tahu ? ternyata tempat yang ku duduki telah ada pemiliknya..!! aku sangat terkejut ketika dia masuk kelas dan marah-marah denganku. Aku yang saat itu dapat dikatakan pendiam, tak berani berucap sepatah kata pun. Dan aku kemudian pindah ke tempat yang letaknya lebih kesamping dari tempat yang ku duduki pertama tadi.
Rasa tidak nyaman selalu menghantuiku selama minggu2 pertama aku berada di kelas itu, kalian tahu ? aku selalu terpikir dengan masa lalu ku saat bersama sahabat-sahabatku, tertawa dan bahagia berada dalam satu kelas.
Hingga akhirnya, acara perlombaan menghias kelas dalam rangka memperingati 17 agustus sudah dekat. Para anak2 X6 saat itu di wajibkan turun sore hari untuk mengias kelas. Sore itu.. lain dari biasanya, aku mendapati tali kekeluargaan dan kenersamaan yang begitu hangat terasa dikelas ini. Aku pun merasa bahagia untuk saat itu. Hingga akhirnya kami sekelas pun akrab, tak ada hal yang membedakan satu dengan yang lain. Bagi kami, kami adalah sama, sama-sama seorang pelajar yang memiliki kewajiban untuk belajar.
Tak terasa waktu begitu cepat belalu, 6 bulan sudah kami berada di kelas ini. Hingga sampai pada hari pembagian raport semester ganjil tiba. Sungguh sangat tidak menyangka saat itu, aku bisa memasuki peringkat 10 besar di kelas ini. Aku sangat bahagia saat itu, sungguh sangat bahagia..
2 minggu mungkin adalah waktu yang sangat cepat, karena kami harus kembali masuk sekolah dan kembali dihadapkan dengan pelajaran2 yang bisa membuat kami mengantuk atau dengan tugas2 yang bisa membuat kami tidak tidur semalaman untuk mengerjakannya, atau juga harus dihadapkan dengan ulangan yang mewajibkan kami harus menghapal setiap kata demi kata sebuah pengertian + dengan penjelasannya.. sungguh sangat menyenangkan bukan ? anggap saja ini adalah hari kebalikan..
Semester ini, dapat dikataka sebuah moment yang tidak akan terlupakan, karena pada saat ini, kita semua sudah tahu, siapa aku, siapa dia, siapa kamu dan siapa kalian sebenarnya. Tidak ada rahasia lagi antara kita semua sahabat.
Hari itu, tepatnya hari kamis, kelas kami kedatangan seorang murid baru pindahan dari sekolah yang berada di kecamatan berbada dengan sekolah kami. Tetap saja yang namanya sifat yang sudah melekat pada diri pribadi itu tidak bisa dihilangkan. Bukannya jaga image dihadapan anak baru, tapi malah menjadi-jadi. Dasar anak-anak aneh. Hehehe,,
Beberapa minggu setelah kami berada disemester kedua ini, seorang temanku yang merupakan jagonya di bidang mata pelajaran kimia memberi nama Avogadro untuk kelas kami, hal itu juga merupakan karena saat itu, entah mengapa teman-teman sekelas ku, termasuk aku, secara tidak sengaja dan sangat kebetulan hafal bagaimana bunyi hepotesis Avogadro. Hahaha,, lucu bukan ? padahal setiap ulangan jarang sekali pengajar kami tersebut memberikan pertanyaan apa bunyi hukum dsb.
Berawal dari itu, nama Avogadro untuk kelas kami semakin menjadi sebuah kebanggaan, walaupun ada kesedihan juga,, yaaa.. dikarenakan, ternyata,, walaupun kami memiliki sifat yang berbeda-beda, berasal dari daerah yang berbeda dan ada yang memiliki agama yang berbeda, itupun bukan menjadi suatu halangan untuk kami bersahabat. Kami selalu bisa bangga berada dikelas ini, kelas yang penuh dengan kebersamaan, yang setiap harinya selalui dilalui dengan adegan2 lucu oleh teman2ku. Dan bahkan kelas yang pernah membuat guru pengajar kami marah dengan kami.
Hari demi hari yang dilaui terasa sangat menyenangkan, aku yang dulunya merasa tidak mempunyai kawan, sekarang berubah manjadi seseorang yang selalu bisa tersenyum senang melihat semua tingkah mereka yang lucu. Sangat hangat memang, kebersaaman ini,
Tak terasa, perpisahan pun sudah di depan mata. Hal yang selama ini tidak pernah terbayangkan, kini menjadi sebuah tantangan untuk kami hadapi, setelah 8 hari mengahadapi ulangan akhir semester, masa tenang pun dilewati. Setiap hari yang tersisa selalu kami isi dengan kebersamaan, tak ada satu hal pun saat itu yang membuat kami bersedih. Hingga akhirnya, 24 Juni 2010. Hari dimana kami tertawa, bahagia bersama, sebelum besok, kami akan meneri laporan hasil belajar kami selama satu tahun ini, dan besok juga, dimana kami akan mengetahui naik kekelas berapakah kami nanti, jurusan apakah yang akan kami dapatkan nanti. Dan ternyata, hal itu adalah hal yang membuat kami berpisah, dimana kami akan melangkahkan kaki masing2 kekelas yang berbeda dan tidak akan selalu merasakan kebahagiaan dan kebersamaan yang kami rasakan selama di kelas Avogadro ini.
Hingga saat perpisahan tiba, hanya air mata yang tersisa, serta kenangan2 manis yang telah kita lalui bersama. Dengan doa ku yang selalu berharap agar kita tak akan pernah melupakan kenangan2 indah ini. Semoga kita selalu bahagia dan sukses menempuh beban kehidupan yang lebih berat nantinya. Semoga kita semua Selalu berada dalam lindungan-Nya.
Untuk semua teman-teman ku..
Wali kelas ku..
Dan semua pengajar ku..
I love You..
Comments
Post a Comment